PM: Pemerintah mengalokasikan RM262m untuk membantu petani terkena kenaikan harga pupuk, pestisida
NST

PM: Pemerintah mengalokasikan RM262m untuk membantu petani terkena kenaikan harga pupuk, pestisida

KUALA LUMPUR: Pemerintah akan mengalokasikan RM262 juta sebagai respon awal untuk membantu petani yang terkena dampak kenaikan harga pupuk dan pestisida, kata Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

Dia mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, RM62 juta akan disalurkan melalui Organisasi Petani Nasional (Nafas) sebagai tambahan alokasi subsidi dan insentif padi di bawah Anggaran 2020, yang berjumlah total RM1,5 miliar.

Sementara itu, RM200 juta akan digunakan sebagai pinjaman agrofood dengan tingkat bunga nol, di samping moratorium pembayaran pinjaman enam bulan di bawah Tekun Nasional dan Agrobank untuk kepentingan petani sayur dan buah yang terkena dampak.

“Pemerintah akan selalu memperhatikan permasalahan yang dihadapi Keluarga Tani, termasuk permasalahan yang mereka hadapi saat ini terkait dengan kenaikan harga pupuk dan pestisida,” ujarnya saat launching rapat umum tahunan (RUPS) Nafas ke-7. dan makan malam di sini kemarin.

Dia juga telah menginstruksikan Kementerian Pertanian dan Industri Pangan, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan dan Konsumen Dalam Negeri untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Ismail Sabri mengatakan pemerintah juga akan terus memberikan subsidi dan insentif berdasarkan input dan output, di mana kontrak untuk memasok dan memberikan input pertanian akan diberikan kepada Nafas sebagai induk gerakan asosiasi petani yang memiliki 920.000 anggota secara nasional.

Dia mengatakan penyediaan akan dilakukan di bawah Skema Pemupukan Padi Pemerintah Federal (SBPKP) dan Skema Insentif Produksi Padi (SIPP) untuk periode dari 1 Juli tahun ini hingga 31 Desember 2023 senilai RM1,82 miliar.

“Saya sudah sampaikan ke Kemenkeu bahwa kita perlu membantu Nafas. Ketika kita membantu Nafas, kita langsung membantu para petani dan (peternak),” katanya.

Ismail Sabri mengatakan pemerintah juga akan membantu petani yang tidak memiliki pendapatan sambil menunggu musim panen dan untuk itu, pemerintah akan terlebih dahulu mengadakan pembicaraan dengan Kementerian Pertanian dan Industri Makanan dan Kementerian Keuangan untuk meninjau implikasi keuangan.

Perdana menteri mengatakan dia juga berharap Keluarga Tani akan tumbuh dekat dan selalu peduli untuk kesejahteraan satu sama lain dan, dengan demikian, bergerak sebagai bagian untuk melengkapi Keluarga Malaysia.

Ia mengatakan, Malaysia telah melalui masa yang penuh tantangan pasca pandemi Covid-19 yang berdampak tidak hanya dari aspek sosial, tetapi juga ekonomi, termasuk industri agrofood nasional, terutama pada awal tahun. tahapan pelaksanaan Perintah Pengendalian Gerakan.

Dia mengatakan petani, peternak dan nelayan telah menjadi tulang punggung dan garda depan di sektor agrofood bangsa, sehingga menjamin kelancaran seluruh rantai pangan, termasuk produksi, distribusi dan ritel produk pertanian dan industri pangan.

Ismail Sabri mengatakan dibesarkan dalam keluarga penyadap karet dan menjabat sebagai menteri pertanian dan industri berbasis agro dari 2013 hingga 2015, ia memahami cobaan dan kesengsaraan yang dihadapi oleh petani, peternak dan nelayan di negara ini.

“Pertanian memang sangat identik dengan saya. Seperti yang kalian semua tahu, saya lahir dan besar di keluarga petani. Karena itulah jiwa seorang petani selalu ada dalam diri saya,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian dan Industri Makanan Datuk Seri Ronald Kiandee dan dua wakilnya, Datuk Seri Ahmad Hamzah dan Dr Nik Muhammad Zawawi Salleh. – Bernama

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : togel hari ini hongkong yang keluar 2021