Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) |  Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC)
MCM

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) | Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC)

PELAN JALINAN DIGITAL NEGARA (JENDELA) DI LANDASAN TEPAT CAPAI SASARAN

Hari ini saya telah menyerahkan Letter of Acceptance (SST) kepada para pemenang tender Pengadaan, Pekerjaan dan Jasa untuk Proyek Persiapan dan Pemeliharaan Point of Presence (PoP) Tahap 1 untuk tujuh zona yang terlibat, yaitu Utara, Tengah , Selatan, Pesisir Timur, Sabah Sarawak dan Kawasan Industri.

Rapat Kabinet telah menyetujui pelaksanaan Rencana Nasional Fiber Optic dan Konektivitas (Rencana Fiberisasi dan Konektivitas Nasional – NFCP) 2019 – 2023 yang kini dikenal dengan Rencana Jaringan Digital Nasional (JENDELA) untuk menyediakan konektivitas digital yang berkelanjutan, komprehensif, berkualitas tinggi dan terjangkau untuk kesejahteraan masyarakat termasuk masyarakat pedesaan di seluruh tanah air.

Infrastruktur pita lebar berkecepatan tinggi telah diidentifikasi sebagai komponen penting untuk mendukung lembaga layanan Pemerintah dan pendidikan. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk menyediakan infrastruktur serat optik di dekat area sekolah, gedung pemerintah, area bisnis, fasilitas umum dan komersial lainnya untuk memungkinkan masyarakat memiliki akses ke infrastruktur serat optik dan menikmati akses broadband dengan kecepatan lebih tinggi.

Pelaksanaan proyek ini akan mengoptimalkan infrastruktur digital yang ada, serta mengurangi duplikasi pembangunan infrastruktur digital baru yang melibatkan kementerian, departemen, lembaga dan perusahaan swasta di seluruh tanah air.

Selain proyek perluasan infrastruktur telekomunikasi dalam program JENDELA dan perencanaan komersial, Pemerintah juga akan melaksanakan penyediaan infrastruktur pita lebar dengan metode PoP hub serat optik yang merupakan salah satu alternatif dalam memastikan jaringan dan jangkauan infrastruktur pita lebar dapat diperluas. ke daerah sekitar sekolah dan warga.

Implementasi ini akan mencakup ruang lingkup:

  1. Pemasangan fiber optic untuk area sekolah, tempat tinggal, bisnis, komersial, industri dan lain-lain.
  2. Penyediaan layanan Fixed Line Broadband Internet (JLTT) ke daerah-daerah berpenduduk serta gedung-gedung di sekitarnya; dan
  3. Penyelenggaraan infrastruktur gentian optik tersebut.

Area dekat sekolah dipilih karena gedung tersebut merupakan fasilitas umum yang telah dibangun di setiap area. Ini termasuk daerah pedesaan dan terpencil yang dikelilingi oleh daerah pemukiman, gedung pemerintah, area bisnis, fasilitas umum dan komersial lainnya. Norma cakupan PoP adalah sekitar radius 2.5k-3km untuk setiap wilayah sekolah yang dipilih.

Secara total, total 4.323 PoP telah direncanakan di bawah 12MP di daerah dekat sekolah pedesaan, termasuk 47 PoP untuk Kawasan Industri yang telah diidentifikasi. Setidaknya 432.300 tempat akan menerima layanan broadband berkecepatan tinggi ketika proyek selesai pada akhir 12MP 2025.

Proyek PoP dibagi menjadi dua fase, yaitu Fase 1 (Tahun 2022) sebesar 630 PoP dan Fase 2 (tahun 2022-2025) sebesar 3.693 PoP.

KKMM berkeinginan ketika proyek ini selesai pada akhir tahun 2025, konektivitas digital berbasis jaringan serat optik, khususnya di pedesaan, akan mampu menjembatani kesenjangan digital, mendukung pembangunan daerah yang seimbang dan inklusif, serta mendukung pembangunan teknologi baru seperti 5G dan generasi- generasi berikutnya dari teknologi komunikasi.

PDF

Posted By : Keluaran HK Hari Ini